Jomblo VS Pacaran Part II (Sahabat)

Beberapa hari yg lalu saya sempat membahas tentang “Yg Jomblo VS Yg Pacaran” sekarang artikel ini saya coba untuk melanjutkan bahasan kita yg kemarin, bukan untuk memojokan Orang yg memilih pacaran atau mempunyai pacar, tp disini saya akan mencoba membawa kalian kembali ke keNORMALan! kalian.. *LOLšŸ˜€
kita akan sama” introspeksi diri, ini pengalamanku, ini juga pegalaman kalian. . kita akan perbaiki ini kawan!!

Punya pacar . . hmm, indahnya, senyumnya, pujiannya, perhatiannya, aaahh masa” itu memang sangat indah, semua di bilang cinta, ini demi cinta, itu demi cinta, apapun untuk cinta . . Saat kalian memutuskan untuk Pacaran, sadarkah kalau hal itu akan berakhir dgn kata putus? pernahkah kalian memikirkannya, perhatian ini, kesenangan ini, keindahan ini, pacar ini hanya sementara? siapkah kalian menerima kata putus, saat kalian berkomitmen untuk pacaran? uuhh sayang’a kita tak pernah berpikir sejauh itu. . hingga akhirnya kalian putusĀ  lalu semua itu berubah, keindahan itu, pujian itu, kenangan indah itu, seketika menjadi bencana, cacian, makian, hina’an, aib dan segala macam keburukannya kita curahkan, kita lupa akan masa” indah pacaran itu.. uughh ini sangat mengerikan kawan!!

well, saat kamu mengalami itu, masa” PDKT itu, masa” Pacaran itu, masa” Putus itu, siapa yg menemani kamu? siapa yg kalian lupakan?
yaa. . si jomblo itu, sahabat kamu, teman sebangku mu saat sekolah, teman mu dari kecil, teman sepermainan mu.. dia selalu ada menemanimu kawan, tp apa balasan kita? uuh kita melupakannya, padahal ketika kita dlm kesusahan, ia selalu ada, saat kita tak punya cukup pulsa utk menelpon/sms si pacar, ia tak segan meminjamkannya.. tp apa balasan kita kawan? (sumpah sedih beneran saat nulis ini, sampe mau mewek, pdhl dah sore ni, dah waktunya mandi) T.T
kita malah melupakannya, kita mengacuhkannya saat ia melarang kita untuk tidak melakukan hal buruk, kita terlalu patuh akan pacar kita, bahkan terlalu patuh. . sampai” kita lebih patuh sama pacar kita dibanding orang tua kita sendiri. (pikirkan itu 2x, dan ternyata perkataan ku semua benar).

“sahabat, maafkan aku! aku terlalu ditutupi keindahan yg sementara ini, aku mengacuhkan semuanya termasuk kamu, dosa ini kulakukan bersamannya, aku tak pernah perduli nasehatmu.
aku harus kehilangan’a, sesuatu yg sangat berharga dari diriku, sesuatu yg seharusnya hanya ku berikan pada pendamping hidupku nanti. . aku mengacuhkan nasehat mu sahabat.
sahabat jika saja kamu tahu, (sekarang aku mau mandi dlu, gerah banget ini.. haduuuuhhh) aku sangat beruntung memiliki sahabat sepertimu, maafkan aku”

huaaahh, jangan mewek!!
oke.. sudah sedikit lebih tenang.. fiuuuhh -.-
mungkin jika saja kita diberi kesempatan untuk mengulang, kita semua akan sadar, dan memilih untuk tidakĀ  langsung begitu saja berkomitmen tuk pacaran..
tp sudahlah, semua sudah kita lewati . . jadikan ini pelajaran bagi kita, perjalanan ini tak berhenti disini, ini hanya Rute yg harus kita lewati..
(perjalanan selanjutnya ke kamar mandi, udah mhagrib ini. .hadeuuuhhh)
kawan denngarkan ini

“Sahabat bagai kepompong, merubah kita dr hal yg buruk (ulat), hingga menjadi Indah (kupu-kupu), dan saat kamu merasa sahabat mu sedang memarahi mu.. percayalah, disaat itu dia sedang sangat sangat sangat sekali menyayangimu”

*MĀ  AĀ  NĀ  DĀ  IĀ  IĀ  IĀ  IĀ  IĀ  IĀ  IĀ  IĀ  I. . . >.<

Satu pemikiran pada “Jomblo VS Pacaran Part II (Sahabat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s